Sabtu, 27 Juli 2013

Sebelas IPA Empat.

YAP! Selamat datang di kelas 11!
Sekarang gue *alhamdulillah* duduk di kelas 11, tepatnya, XIA4.
Mulai masuk tanggal 15 Juli 2013, tapi kelas barunya tanggal 16 Juli.
Hm..... Udah lama gue menghilang dari blog, abis hibernasi. Kerjaannya jadi penghuni sekolah, menghantui kemana-mana. Jalan sana sini ga jelas di sekolah. Boong deng, ga segitunya. Maksud gue..... Akhir-akhir ini jadi jarang ngeblog soalnya sering bgtbgt pulang malem dari sekolah, jadinya ga sempet ngeblog. Hehe.
Btw.. Selamat berpuasa yah!
Oiya, di ipa 4 ini.... Ketua kelasnya Adhe Rizky. Semangat yah adhe! wkwk.
Banyak banget perubahan sekitar 3 bulan ini...Berharap... semoga perubahan ini perubahan supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Iya, aamiin:')
Entah, banyak perasaan perasaan yang gabisa di ungkapin gitu, tapi makna nya bisa di rasakan. Haih apasihh-_-
Pokoknya.... gue seneng+sedih ngejalanin hidup yang sekarang... hihi!

Jumat, 12 Juli 2013

This.

Katakan kepada yg berkata "Tidak bisa", "Cobalah".

Yang berkata "Mustahil", "Buktikanlah".

Dan yang berkata "Tidak tahu", "Maka belajarlah"

Rabu, 10 Juli 2013

Urgensi Mentoring



Mentoring…..oh mentoring
Tema: Manfaat dan pentingnya mentoring dalam kehidupan serta harapan akan mentoring.
Menurut aku, mentoring itu penting. Sangat penting. Sebelum mengenal mentoring, aku sudah lebih dahulu mengenal liqo. Saat pertama kali aku mengikuti liqo ketika duduk di bangku kelas I SMP. Awalnya, grup liqo ku itu beranggotakan tiga orang akhwat sebaya yang belum aku kenal, sampai akhirnya mereka menjadi sobat baik ku, dan murobbi’ah ku yang paling sabar dan semangat membina kami bertiga. Pertama-tama, aku tidak begitu rutin mengikuti kegiatan liqo yang diadakan setiap hari Minggu di rumah murobbi’ah ku itu, karena saat itu aku belum begitu mengenal dekat teman-teman di liqo, dan masih tidak mengerti dan memahami manfaat liqo yang sebenarnya.
Akibat jarangnya aku datang ke liqo, ibadahku berantakan, Al Qur’an semakin hari semakin hari semakin jarang aku baca, hafalan surat tidak bertambah, dan pengetahuan tentang Islam sangat sedikit yang aku ketahui, lebih sering mendengarkan lagu-lagu barat, dan hafal lirik-liriknya dari pada mendengarkan dan menghafalkan Al Qur’an. Astagfirullah… Istilahnya mencari ketenangan dunia, gundah gulana karena ibadahku yang semakin berkurang, dan kurang menghadirkan Allah dalam setiap hari ku. Waktu terus berjalan, sampai akhirnya aku duduk di kelas 3 SMP. Saat itu, aku memuhasabah diri. Mulai lagi mengikuti liqo, dan mulai lagi mendekatkan diri kepada Allah, menjelang Ujian Nasional untuk masuk ke SMA. Pilihan SMA ku dulu adalah SMA ku yang sekarang, SMA 14. Alhamdulillah, segala Puji bagi Allah.
Di SMA 14, ternyata rohis adalah sebuah bidang wajib bagi muslim dan muslimahnya, bukan sebuah ekskul. Kegiatan rutin yang harus diikutinya adalah kegiatan mentoring. Grup mentoring ku, XD besar, terdiri dari 10 orang teman perempuan di kelas ku, dengan kakak mentor yang sabar dan penuh ceria wajahnya, Kak Yuni Sudarsih. Awalnya, berat mengikuti mentor. Berat karena dulu di SMP, kegiatan seperti ini tidak ada. Tetapi yang tidak asing, mentoringnya di mulai dengan membaca Al Qur’an, seperti kegiatan liqo ku setiap minggu. Waktu berjalan, dan akhirnya aku pun terbiasa akan mentoring.
Setelah menjadi siswi SMAN 14, akhirnya aku terbiasa dengan kegiatan mentoring dan keputrian tiap minggunya. Mentoring membangkitkan lagi semangat ku untuk tetap mengikuti liqo' mingguan ku itu. Aku jadi rajin datang, mulai lagi ningkatin baca Al Qur'an tiap harinya. Ibadah pun mulai meningkat. Dengan lembar mutaba'ah yang wajib diisi, aku jadi termotivasi buat ningkatin ibadah ibadah selain yang wajib. Awalnya aku malu karna lembar mutaba’ah yang diisi teman-teman di liqo’ ku itu penuh. Sejak itu..aku mulai memuhasabah diri. Malu sama diri sendiri, malu sama Allah juga kalo umur meningkat tapi ibadahnya enggak.
Mentoring dan liqo' itu semacam tempat buat aku men-charge baterai iman ku tiap minggunya. Materi-materi Islami yang diberikan, Insya Allah ga cuma aku denger, juga jadi bahan renungan dan bahan muhasabah diri. Mentoring itu wajib, dan aku pribadi Insya Allah dengan senang hati akan datang mentoring dan mengikutinya dengan baik. Mentoring di semester 1 kemarin, dan semester 2 ini agak berbeda. Kalau di semester 1, selalu mentoring tiap minggunya. Awalnya memang, aku akui mentoring itu berat sekali di jalankan. Teman ku bahkan ada yang jarang sekali ikut mentoring, yang alasannya aku gak tau itu logis atau enggak, prihatin. Ternyata, yang aku rasakan, tidak sama seperti yang dirasakan teman-temanku. Masih ada temanku, tidak hanya satu atau dua orang, yang kurang semangat dan agak malas mengikuti mentor, bahkan mereka mengatakan kalau perlu, mentoringnya sebulan sekali saja. Entah kenapa, ketika mereka mengatakan itu, otak ku berkata lain, aku tidak setuju dengan mereka.
Aku pernah membaca sebuah kutipan dalam sebuah buku yang aku lupa judulnya, tetapi kutipannya aku simpan; "Meskipun zaman kenabian telah berlalu, manusia masih saja membutuhkan orang yang mau mengajarinya tentang apa yang tidak mereka ketahui, menunjukinya jika tersesat, mengingatkannya jika terlupa, menegurnya jika menyimpang, dan mencegahnya jika melampaui batas". Ini salah satu manfaat mentoring yang sudah aku rasakan. Kakak kakak mentor yang baik hati nan sabar akan membantu memberikan ilmu-ilmu yang belum tentu di dapatkan di dunia luar. Kakak kakak mentor akan berusaha mengingatkan adik-adiknya, seperti memberikan semangat dan dukungan, serta mengingatkan dalam hal ibadah, juga rajin sekali mengingatkan untuk selalu hadir mentoring. Serta segala kebaikan lain yang untuk melakukannya aku yakin, butuh kesabaran yang tidak main-main.
Allah pun, menyuruh kita untuk berkumpul dengan orang saleh serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Dengan mentoring, insya Allah semuanya itu akan terpenuhi. Itu semua aku jadikan acuan, dan motivasi untuk tetap mengikuti mentoring. Alasan yang menurutku kuat. Alasan yang mungkin, tidak semua orang mengetahuinya.
Mentoring juga memperkuat ukhuwah. Mendekatkan seseorang dengan seseorang yang lain di dalam sebuah lingkaran mentor. Bisa saling mengenal lebih dalam tentang teman-teman se-mentor. Berbagi kisah, mencari solusi bersama-sama, belajar bersama, dan hal-hal lainnya yang bersifat positif dan dekat dengan Islami. Sarana dakwah untuk saling mengingatkan sesama di lingkungan yang katanya modern ini.
Kesimpulan.
            Mentoring dan liqo’ menurut ku, itu kegiatan yang penting untuk di hadiri dan diikuti dengan baik. Meskipun awalnya, dan bahkan terkadang ketika iman sedang turun, mentoring akan berat untuk di jalani, tetapi manfaat mentoring sangatlah besar artinya. Dengan mentoring, Iman Insya Allah akan senantiasa ter-charge dengan sendirinya. Mentoring sangatlah di butuhkan.

Jakarta, 29 Maret 2013
Iffah Hasna Sholihat
XD

Senin, 24 Juni 2013

So give me reason
To prove me wrong
To wash this memory clean
Let the thoughts cross
The distance in your eyes
Give me reason
To fill this hole
Connect this space between
Let it be enough to reach the truth that lies
Across this new divide

New Divide-LinkinPark

Minggu, 23 Juni 2013

Bukan sekedar kutipan.

Assalamu'alaikum wr. wb.
Abu Thalib Al Makky berkata, "Aku mengumpulkan perkataan para sahabat dan aku mendapati begitu banyak dosa anggota badan.
Empat dosa hati: syirik, bertahan dalam kemaksiatan, putus asa dari rahmat Allah dan merasa aman dari makar Allah.
Empat dosa lidah: kesaksian dusta, menuduh muslimah yang baik, sumpah palsu dan sihir.
Tiga dosa dalam perut: minum minuman keras, memakan harta anak yatim dan memakan riba.
Dua dosa kemaluan: zina dan homoseksual.
Dua dosa tangan: membunuh dan mencuri.
Satu dosa di kaki: lari dari medan pertempuran.
Satu dosa di seluruh anggota badan: durhaka kepada kedua orangtua."
Abu Thalib Al Makky, Tarbawi No.7 Th. 5


Ali bin Abi Thalib menasehatkan,
DOSA terbesar adalah KETAKUTAN
REKREASI terbaik adalah BEKERJA
MUSIBAH terbesar adalah KEPUTUSAN
KEBERANIAN terbesar adalah KESABARAN
GURU terbaik adalah PENGALAMAN
MISTERI terbesar adalah KEMATIAN
KEHORMATAN terbesar adalah KESETIAAN
KARUNIA terbesar adalah ANAK SALEH
SUMBANGAN terbesar adalah BERPARTISIPASI
MODAL terbesar adalah KEMANDIRIAN

Sebelum melakukan "pekerjaan besar" maka perlu rencana besar. Karena persiapan sama pentingnya dengan pelaksanaan.

"Bertaqwalah kepada Allah, maka Allah akan mengajarimu ilmu." -Al Baqarah:282

Dari buku Zero to Hero oleh Solikhin Abu Izzudin terbitan Pro-U Media.
Insya Allah Bermanfaat.
Wassalamualaikum:)

Senin, 10 Juni 2013

Sabtu, 08 Juni 2013

Iffah kangen ini semua.


Biru laut Bangka.
Pasir putih pantai Matras.
Indahnya pantai Parai.
Gulungan ombak sore pantai Tanjung Pesona.
Angin musim kemarau di rumah nenek kakek..
Sepinya pantai Bangka di musim liburan.
Rindu pulau itu, sangat.
Ughh:''''
Serius.
Saya merindukan itu semua.




Adek, kakak, abi, di matras.



Pasir putih matras:'D

I'll be back soon. I'll be back.

Teluk uber.


Seperti lukisan, ya?


Tanjung Pesona, 2012.



Pantai di Bangka.
Subhanallah indahnya.


Dan, makanan ini, khas.
Menyimpan banyak kisah menarik, dari keluarga besar yang iffah kangenin. 
Durian<3


Minggu, 26 Mei 2013

LBB

Assalamu'alaikum blogger;)
Minggu yang cerah ya, walaupun paginya agak mendung
Pas iffah lagi ngetik ini, iffah lagi nyelonjorin kaki di kasur, di kamar abang, tempat favorit. Entah kenapa kamar abang lebih enak di tempatin dari pada kamar gue sendiri hehehe
Kaki iffah pegel banget, dan kayaknya yang ngerasain ini semua peserta Lomba tadi.
Jadi.....
Hari ini... Minggu, 26 Mei 2013 ada Lomba Baris Berbaris yang diadain (kalo ga salah ya) Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda&Olahraga, di Jantung Kota Jakarta, Monas. Dan diikuti oleh semua SMA/K se-DKI
Mundur dulu ke belakang, setiap sekolah wajib ngirim 2 team. Satu tim putra 30 orang, dengan 1 Danton, dan satu lagi tim putri 30 orang, dan 1 Danton, Jadi setiap sekolah ngirim 62 peserta. Oiya, sama cadangan 3 orang. Awalnya seleksi, trus udah kan tuh. H-6 mulai latihan. Senin Selasa Rabu Kamis tim 14 latihan terus, sehingga ngorbanin jam pelajaran. Gabut-gabut, masuk ke kelas cuma kalo ada ulangan, hehe. Hari Jumat, 14 libur, tapi kita tetep latihan. Nah pas Jum'at ini, iffah ngedrop, parah. Akhirnya cuma ikut latihan setengah jalan, trus izin pulang. Yah.... Minum obat, dan banyakin istirahat. Sabtu, hari terakhir latihan, latihan cuma sebentar.
Tadi pagi pas iffah mau berangkat, ummi bilang 'sukses ya'
Tadi pagi pas iffah sampe di sekolah, abi bilang 'kamu kuat?' 
Minggu!
Tim 14 kostumnya batik hari kamis, rok/celana panjang putih, sepatu tali warna hitam, sama topi. (Btw terimakasih ya yang udah minjemin topi buat iffah, Milka:*) Jam setengah 6 di Binawan.
Tapi kita berangkat jam 6.30, kendaraannya? (Pas hari Sabtu kak Rinanda bilangnya siap-siap aja pake kendaraan udah di sediain dari sekolah, bayangin aja yang terjelek, gue mikirnya kopaja, hehe) Ternyata ga jelek kok, cukup kurang lebih 50orang.
Sampe di monas jam 7. Pintu gambir. Setelah itu mengurus segala macamnya, ngumpulin barang-barang, kemudian baris jam 8an.
Tim 14:
30 putri, dan 1 Danton putri namanya Oryza.
30 putra, dan 1 Danton putra namanya Adit.
Naah disini........ Jam 8.40
Di garis start, beberapa meter sebelum masuk pos 1, mulut iffah berasa pait, dan perut rasanya pengen ngeluarin apapun. Iffah disuruh keluar barisan, iffah keluar sebentar, di temenin Kak Ema sama Kak Nisa, terimakasih ya kakak kakak({}) Maaf ya iffah bikin jelek barisannya:(
Trus masuk barisan lagi, masuk pos 1. Disini alhamdulillah lancar.
Kita (Tim putrinya) jalan lewat Medan Merdeka Selatan, Balai kota, trus gatau itu kemana lagi. Di pos 2, cuma langkah tegap maju sama hormat kanan. Di pos 2 pialanya di pajang ya. Dari perak, mirip piala yang ada di Harry Potter and The Goblet of Fire, kata kak Rinanda. Sebelum pos 3, Lama sekali disini. Berenti mulu. Maju beberapa langkah berhenti lagi. Panas banget mataharinya, bisa di bayangkan. Kita gaada yang bawa minum, akhirnya pada beli. Ini sebenernya ga boleh. 'Kalo ga kuat duduk aja' Itu pesen kakak2nya, temen-temen juga banyak yg nanyain masih kuat apa enggak. Pas lagi lemes, banyak banget yang nyemangatin, trus ngingetin biar senyum:')
Pas lagi berenti-berenti gitu, di trotoar tengah jalan, ada 3 cowok yang mukanya ga asing, senyum-senyum ga jelas. Santo, Ipang, Adit! Mereka ngapainnn? CFD!!! Enak ya mereka CFD..... Iya gue akan lebih kuat CFD dari pada harus kayak tadi:""""") Ashilla manggilin mereka bertiga supaya deketin barisan, malah ngejauh, kan ngeselin. Padahal pas ada mereka, gue lagi butuh air bangetT__T Tapi, dengan mereka tadi dateng, cukup membantu banget:')
Mereka nunggu di Pos 3.
Di pos 3 sebentar doang.... Langsung masuk lagi ke monasnya.
Sebelum pos terakhir, Itu lama banget.
Akhirnya masuk pos 4. Pos TERAKHIRR. Jam 10.40
Udah ga sadar apa tadi yang di komandoin Oryza.
Pokonya pas 'Tanpa penghormatan bubar jalan' Gue langsung duduk. FIINIISSSSHHH!!!
Di tawarin minum sama kakak yang barisnya di depan haluan kiri iffah, gatau namanya-__-v Terimakasih kakak({})
Trus Cut, temen sebangku iffah juga ngasih minum. Makasih banyak Cut({})
Kak Sandra nanya ke alra, 'mendingan kayak gini atau fight?' dan Alra bilang 'mendingan 3 kali fight deh kak' Dan, gue pun milih fight juga.
Abis itu langsung ke tempat tas, menghabiskan air, dan segala makanan. Dan pulang.

Terima Kasih banyak ya semuanya. :')
Sukses untuk semua peserta Lomba Baris Berbaris tadi, Sukses buat semua supporter, Sukses buat semua orang yang berpartisipasi dalam acara ini. Sukses untuk Kita Semua. AAMIIN
Ambil baiknya, buang buruknya.
Wassalamu'alaikum.

Rabu, 22 Mei 2013

"Ohh, sometimes love's intoxicating
....
when you realize there's no one waiting"
 -Nothing, the script.

Sabtu, 18 Mei 2013

Sabtu, 18 Mei 2013.

Kali ini iffah mau curhat lagi.
Jadi, hari ini adalah hari Sabtu.
Gaada kegiatan, ekskul gue lagi off, soalnya pelatihnya gabisa dateng.
Di rumah sepi, orang rumah pada pergi.
Gue pun bosen, akhirnya ngerjain soal-soal ekonomi di kamar abang, sambil konser lokal (baca:nyanyi)
Rencananya hari ini gue mau menyelesaikan segala tugas-tugas bidang IPS, tapi gagal, seperti biasa karna kurang disiplin.
Rencananya juga hari ini gue mau konsul matematika bab Logika, sama kimia bab HC dan stoikiometri, tapi gajadi juga. Karna gue lupa. Sama sekali lupa.
Ekonominya belum selesai:' Abis Dzuhur gue berenti ngerjain tugas, trus ngerjain tugas pribadi di rumah.
Ashar, gue ngantuk, dan akhirnya tidur. Tapi bolak balik kebangun. Setengah lima, gue bangun. Ngecek sesuatu di twitter, tapi gaada, akhirnya cuma baca TL. Di timeline gue, gue stuck di satu twits yang bunyi nya "Innalillahiwainailahirojiun turut berdua cita atas meninggalnya ayah dari shandira deseliane☹" dan itu dari acc 182'29. Gue diem. Ga percaya. Antara mimpi atau enggak, soalnya gue baru bangun tidur.
Gue pun update twits "Ini kabar beneran?:' "
Dan, maicy, bilang iya beneran.
Gue pun bangun dari kasur. Wudhu, dan sholat ashar.
Gue langsung bilang ke bokap, minta izin. Dan... bokap baik serta peka banget, gue diizinin.
Gue ganti baju, sikat gigi, dan langsung cabut.
Ga lupa, gue langsung ngontek mytha. Dia bilang dia juga mau ke rumah Shandira.
Di jalan hujan, macet, dan sumpek. Abang angkot ngeselin minta banget di bacotin. Bolak-balik ngetem dll sebagainya. Tapi akhirnya gue turun.
Gue turun, di sambut bendera kuning di depan gangnya.
Masih gerimis pas gue jalan ke rumah nya Shandira.
Di depan rumahnya, ada tenda biru, sama beberapa orang.
Ketika gue masuk ke halaman, orang-orang pada ngeliatin gue, heran.
Masuk rumahnya, di sofa deket pintu ada nyokapnya Shandira duduk lemes, dan di sampingnya, seorang cewek berkerudung, Shandira. Langsung salaman sama Shandira, sama nyokapnya, dan gue ambil posisi duduk di samping Shandira.
Adzan maghrib.
Nyokapnya Shandira ngajak Shandira solat, gue pun ikut.
Abis sholat maghrib, mytha pun datang.
Kita bertiga. Lagi :')
Abis itu gue sama Shandira baca Yaasin, bersama{} Mytha gaikut soalnya lagi ga baca.
Setelah itu kita berdoa, untuk papanya Shandira, Dodi Koswara.
Abis itu, gue sama mytha mendengarkan ceritanya Fanny, adeknya Shandira. Tentang kenapa sampe kayak gini, dan gue berdoa, semoga Shandira, Fanny, dan mamanya di kasih kesabaran yang lebih untuk menghadapi ini. Gue yakin Shandira kuat. :'D
Orang-orang masih pada silih berganti dateng ke rumah Shandira.
Abis Isya, gue izin pamit buat pulang, bareng mytha.

Yah.... Gue kaget banget denger kabar ini. Sedih juga.
Kisahnya Shandira, kisahnya Fanny, dan tegarnya Sang Mama.
Entah, Shandira udah kayak keluarga sendiri. Emang sih, karna kita pisah sekolah, jadi jarang ketemu, jarang kontek, jarang main bareng lagi. Tapi kayak masih akan selalu ada ikatan sama dia.
Shandira itu temen sebangku gue di 8i. Satu tahun gue duduk sama dia. Dan gue ngerasa beruntung bisa kenal sama dia. Iya, ngerasa beruntung banget. Dan di kelas 8 itu, gue sering main ke rumah Shandira sama mytha, dan kadang sama bob. Dari rumahnya yang lama, sampe rumahnya yang sekarang. Ini kita! :')


Semoga Allah menempatkan papa Shandira di sisi terbaik-Nya.
Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.
Semoga dilapangkan kuburnya.
Semoga Shandira sama Fanny sukses nantinya, bisa wujudin cita-cita papa&mamanya.
Semoga mama Shandira, Shandira sama Fanny lebih tegar lagi ngehadapi ini, lebih sabar, lebih ikhlas..
Semoga ini mengingatkan kita semua, bahwa kematian itu datang kepada siapa aja, dimana saja, kapan saja. Karena nya, sudah siap Kah kita?